AQIQAH MURAH BONDOWOSO TAMANAN

 

Menuju ke normalan baru memang tak mudah dengan segala aturan protokol kesehatannya. mungkin itu juga yang di rasakan sebagian warga Bondowoso Tamanan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sang Mutiara dari Priangan Timur sebutan lain bagi kota ini. Dengan luasan kota 183,8 km² dan jumlah penduduk mencapai 808.506 jiwa di tahun 2015 membuat pengaturan kenormalan baru ini menjadi tak mudah bagi pemerintah daerah.

Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung bahkan penyebarannya cenderung meningkat di Kabupaten Bondowoso Tamanan, di lapangan banyak warga yang tidak memperdulikan protokol kesehatan. Bukan hanya di keramaian, kesadaran penggunaan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan di jalan raya pun masih lemah.

“Terkadang lupa, karena belum jadi kebiasaan. Kita juga khawatir tertular tapi tadi kebiasaan baru suka lupa dilaksanakan,” ucap salah satu warga ketika di tanya secara langsung tentang penggunaan masker dan protokol kesehatan lainnya.

memang tak mudah dengan kebiasaan baru di era New normal ini, sampai urusan tasyakuranpun harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang sudah di tentukan pemerintah setempat.

 



untungnya saat ini, tak perlu lagi warga Bondowoso Tamanan merasa kesulitan untuk tetap mengaqiqahi anaknya, layanan AQIQAH SYAR’I juga AQIQAH MURAH dari AQIQAH NURUL HAYAT BONDOWOSO TAMANAN yang menyajikan semua menu olahan KAMBING AQIQAH hadir untuk melayani warga Bondowoso Tamanan yang ingin beribadah AQIQAH. Layanan yang ramah dan kemudahan yang di janjikan AQIQAH NURUL HAYAT BONDOWOSO TAMANAN ini sangat membantu karena tetap bisa tasyakuran tanpa harus melanggar protokol kesehatan yang menjadi aturan pemerintah karena tak perlu membuat UNDANGAN AQIQAH dan bisa di ganti dengan menyalurkan PESANAN AQIQAH kita ke panti asuhan yang kita inginkan.

 


 


Selalu ada hikmah di balik setiap ujian, itu yang sering kita dengar dan harus di yakini masyarakat saat ini, semoga Bondowoso Tamanan makin sehat, indonesia segera terbebas dari pandemic covid-19 ini.

 

Komentar